Lucu…! Ketahuan isi Drigen, Yuli Pengawas SPBU 34-421-11 Gertak Polisikan Wartawan

KOTA SERANG – Ketangkap basah isi drigen Pertalite SPBU 34-421-11 Ciracas Jl. Lingkar Selatan No.83. Serang. Kec. Serang. Kota Serang, Banten 42116, ternyata membuat yuli sang pengawas kebakaran rambut, hingga ia mengertak wartawan akan dilaporkan ke Polisi. Sabtu, 25 Juni 2022.

Dugaan menyalahi aturan dan mengangkanggi Surat Edaran (SE) Pertamina. SPBU 34-421-11 Kota Serang,  berdasarkan kata nara sumber Ohan Budi pegawai SPBU dan sekaligus sopir saiful pemilik atau pembeli BBM Pertalite Subsidi.

Saat tertangkap basah sedang mengisi Pertalite BBM Subsidi 22 Juni 2022 lalu sekira pukul 03:00 Wib subuh. Beralasan bahwa yang di isi biasanya solar dan pertamax untuk bos nya saiful yang diakuinya juga memiliki 100 pertamini.

“Tiap malam saya hanya mengisi solar dan pertamax saya kaget kalau sekarang ini diisi pertalite, mungkin yang ngisinya sedang ngantuk. Saya memang mengisi solar tiap malam karena solar ada suratnya bisa mengisi satu kali dalam satu minggu cuma karena bos saya punya tiga surat jadi bisa kami isi setiap malam” Terangnya

Budi juga menambahkan selain pegawai SPBU dia juga supir Saiful mengantar minyak.

“Selain bekerja di SPBU ini saya juga supir pak saiful kalau malam saya isi paginya saya antar ke rumahnya di daerah manggu
yang punya drigen ini punya 100 pom mini isinya pertamax semua bukan Pertalite” Jelas budi lagi.

Pengakuan Ohan Budi karyawan SPBU 34-421-11 Ciracas, ternyata membuat Yuli Pengawas SPBU Ciracas 34-421-11 seperti orang kebakaran rambut, malah memvonis akan melaporkan wartawan media ini ke pihak berwajib saat dikompirmasi melalui via  Whats Appnya 0896 5377 17xx, mengatakan bahwa dirinya paham dengan kemerdekaan pers dan meminta media untuk mengumpulkan bukti 100 pom mini sebelum di panggil ke Polda. 22 Juni 2022 lalu.

“Saya juga paham tentang Kemerdekaan pers tapi harus berdasarkan fakta, nanti di kepolisian buktikan semua kata kata anda.
maksudnya apa ya, bapak taukan sanksi hukum kalau bapak tidak bisa buktikan,
kita ketemu saja di kepolisian, semoga bisa lanjut ke pengadilan. Kumpulkan aja dulu 100 pom mini yang jual solar dan pertalite di suplay dari Ciracas. Jangan sampai pangilan dari kepolisian sudah tiba bapak belum punya bukti.” Katanya.

Ironis sekali cara seorang pengawas SPBU SPBU Ciracas 34-421-11, seharusnya secara logika sehat, Yuli memproses karyawan SPBU ini malah mengertak Wartawan yang berupaya menegakkan aturan Pertamina tentang larangan minyak subsidi atau SPBU mengisi drigen.

Tugas pembuktian adalah wewenang penuh pihak kepolisian, sedang wartawan hanya sebatas membantu upaya penegakan supremasi hukum dan tidak dibenarkan untuk memegang barang bukti terkecuali dokumentasi di Republik Indonesia ini.

Dengan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan minyak subsidi serta pengisian drigen SPBU Ciracas 34-421-11, maka diminta pihak Polda Banten segera memproses Yuli pengawas, Ohan Budi karyawan sekaligus pengantar minyak  SPBU Ciracas 34-421-11 untuk Saiful pengusaha pertamini. (Jay/Nurul)

Leave a Reply

Your email address will not be published.