Ketua IWO Kerinci – Supen : Pemerintah Jangan Main Vaksin Saja..!?

“Hanya Masukan dan Sebagai Gambaran Terhadap Pemerintah Setempat”

Tajuk Rencana (Editorial) Opini Redaksi (Desk Opinion) Detikbrita.com

Menyikapi vaksinasi covid-19 terhadap masyarakat di wilayah pemerintahan kabupaten kerinci dan kota sungai penuh khususnya dan juga di indonesia pada umumnya.

Terpantau invistigasi rekan wartawan dilapangan bahwa pelaksanaan vaksinasi covid-19 terhadap masyarakat dinilai disinyalir tanpa memperhatikan kendala – kendala kriteria vaksinasi covid-19 seperti halnya kriteria masyarakat yang boleh di vaksin dan yang tidak boleh mendapat vaksin covid-19.

Jaminan masyarakat setelah mendapat vaksinasi covid-19 untuk tidak terkena covid-19 tidaklah bersifat paten, buktinya banyak masyarakat setelah mendapat vaksin masih bisa positif covid-19 dengan bukti hasil PCR, Rapid Test Antigen dan rapid Test Anti body.

Berdasarkan kutipan dari situs Covid19.go.id bahwa ada 17 kriteria masyarakat yang tidak dapat divaksin “Dikutip dari Covid19.go.id, vaksinasi Covid-19 produksi Sinovac tidak dapat diberikan kepada orang-orang dengan kriteria” berikut:

  1. Memiliki riwayat konfirmasi Covid-19
  2. Wanita hamil dan menyusui
  3. Berusia di bawah 18 tahun
  4. Tekanan darah di atas 140/90
  5. Mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir
  6. Ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19
  7. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah
  8. Menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung koroner)
  9. Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus/, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)
  10. Menderita penyakit ginjal
  11. Menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis
  12. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis
  13. Menderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun
  14. Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi
  15. Menderita penyakit Diabetes Melitus (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19)
  16. Menderita HIV (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19)
  17. Memiliki penyakit paru sepertu asma, PPOK, TBC (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19)

Dengan demikian fakta dilapangan para petugas vaksinasi covid-19 hanya bertanya tentang riwayat penyakit yang diderita masyarakat calon vaksinasi covid-19. Tanpa pengecekan riwayat penyakit medis secara mendalam terhadap masyarakat yang bakal mendapat vaksin covid-19 apakah masyarakat masih atau menderita riwayat penyakit yang dideritanya adalah tergolong tidak bisa di vaksin covid-19.

Berarti vaksinasi terhadap masyarakat tidak boleh secara spontanitas atau instan, masyarakat hanya ditanya riwayat penyakit diukur tensinya saja. Seharusnya masyarakat yang akan di vaksin covid-19 dicek kesehatan secara medis terlebih dahulu.

Kesimpulannya masyarakat yang bakal divaksin, harus memiliki jangka waktu setelah mendapat kepastian hasil tes penyakit atau riwayat penyakit yang diderita masyarakat,  setelah masyarakat dicek secara medis hasil tes aman tidak terkendala dengan 17 riwayat penyakit yang tidak dapat menerima vaksin covid-19 yang telah dikeluarkan di situs Covid19.go.id baru masyarakat dikategorikan aman untuk divaksin covid-19.

Dalam hal ini, disinyalir dan dapat dinilai pemerintah setempat tidak memperhatikan keselamatan masyarakat, dalam proses  vansinasi covid-19?.

Hingga saat ini dapat diduga kejadian kematian masyarakat yang tidak sedikit dinilai akibat kelalaian pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19 ? terhadap masyarakat.

Apalagi saat ini angka kematian masyarakat meningkat setelah mendapat vaksinasi covid-19 tahap dua di kabupaten kerinci dan kota sungaipenuh, ditambah lagi adanya kabar vaksin tahap dua jenis vaksinnya tidak sama dengan vaksin tahap pertama. (redaksi detikbrita.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.