Kades Curug Agung Ganti Struktur “Sepihak” Poktan P3A Mekar Agung Merasa Dizolimi

Detikbrita.com, kab. serang – Kelompok Tani Mekar Agung desa Curug Agung kecamatan Baros kabupaten Serang provinsi Banten merasa terzolimi karena disnyalir diberhentikan sepihak oleh kepala Desa senin 19/07/2021.

Ketua kelompok Tani P3A Mekar Agung Admad Jahidi dikedai Sari Kuning Saronge Kecamatan Curug kabupaten Serang minggu (18/07) pukul 11 :30 wib mengatakan kepada detikbrita.com bahwa ia Ahmad Jahidi selaku ketua, pengurus dan anggota diberhentikan secara sepihak oleh kepala desa Curug Agung.

“Kami selaku warga masyarakat desa Curug Agung merasa sangat kecewa, akan tindakan seorang pemimpin yaitu kepala desa Curug Agung yang telah semena mena terhadap kami warganya, kami kelompok Tani Mekar Agung diberhentikan secara sepihak kami merasa terzolimi” sebut Ahmad Rasidi ketua kelompok Tani Mekar Agung.

Begitu juga dikatakan Rasidi bendara P3A Mekar Agung ditempat yang sama bahwa mereka sangat kecewa dengan adanya pengantian struktur kepengurusan Kelompok Tani P3A Mekar Agung oleh kades Curug Agung secara sepihak.

“Saya merasa kecewa dan terzolimi dengan pergantian struktur kepengurusan oleh kepala desa tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu apa lagi sekarang satu kelompok ada dua akta ” sebut dan jelas Rasidi bendahara kelompok tani P3A Mekar Agung.

Sanusi kepala desa Curug Agung kecamatan Baros saat dikonpirmasikan dikantor desa Curug Agung senin (19/07) pukul 10:30 wib terkait kisruh kelompok tani dengan dirinya mengelak bahwa dirinya telah menzolimi dan memberhentikan pengurus kelompok Tani P3A Mekar Agung walaupun saat ini ada 2 Akte Notaris kelompok Tani Mekar Agung.

“Siapa yang merasa dirugikan itu, tuntutan siapa, saya sudah konpirmasi dengan pihak kelompok tersebut mereka merasa legowo, kalau masalah pergantian ketua itu adalah kebijakan dari kepala desa yaitu kepercayaan kepala desa sepenuhnya siap yang diingin untuk menjadi ketua, siapapun boleh menjadi ketua kelompok asalkan warga masyarakat disini” sebut kepala desa Curug Agung.

Menurut Sanusi kepala desa Curug Agung tidak ada masalah dibuat akte notaris baru dengan nama kelompok yang sama dengan yang lama, ia tidak merasa bersalah dalam tindakan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa mau ada berapa kelompok di desanya terserah tergantung kepala desa yang mana yang ingin ia pakai itu adalah bentuk kebijakannya.

“Pengantian ketua itu adalah kebijakan kepala desa, yang memiliki akte notaris dari negara. apa disitu saya salah tidak ada yang salah, maka jangan di tanggapi dulu, penukaran struktur kelompok tani yang sudah di akta notaris adalah kebijakan, mau ada berapa ketua kelompok di Desa Curug Agung itu terserah, tergantung kepala desa yang mana mau dipakainya yang penting warga desa Curug Agung terkecuali saya memilih ketua warga diluar wilayah desa curug agung baru saya salah, karna ini bangunan untuk masyarakat yang merasakan juga masyarakat disini saya juga sekedar mengetahui yang mengelola juga masyarakat” Jelas kades lagi.

Untuk penukaran ketua atau struktur kelompok tani Mekar Agung yang lama ke yang baru tidak diperlukan pembubaran pengurus didepan notaris, walaupun kelopok tani yang lama sudah di akte notariskan dan lalu dibuat lagi akte notaris baru dengan nama kelompok tani sama yaitu Mekar Agung dengan alamat yang sama desa curug agung.

“Tidak diperlukan pembubaran kelompok tani pertama yang telah ditelah memiliki akta notaris. untuk kedepannya itu terserah kepala desa yang mana mau dipakainya. Itu kebijakan dari pada kepala desa yang penting semua harus berbadan hukum memiliki akte notaris dan saya memilih ketua kelompok yang baru yang saya percayai” ungkapnya.

Menurut pengakuan kepala desa curug agung sanusi yang berseberangan dengan pengakuan kelompok tani Mekar Agung, bahwa ia juga sudah merundingkan dengan kelompok tani Mekar Agung yang lama bahwa kepala desa membubarkan kelompok tani yang lama tanpa memberitahukan.

“Sudah saya rundingkan dengan kelompok tani yang lama, tapi tidak ada berita acara, karna itu untuk interen ketua ketua saja, yang penting kita secara adil untuk bermusyarawarah dimasyarakat tidak ada permasalahan saling mengawasi dan saling mengawal dalam menjalani kegiatan tersebut apa yang dipermasalahkan lagi” tambah sanusi.

Ia juga meminta kepada ketua kelompok tani yang lama untuk bersyukur dengan adanya kegiatan di wilayah Curug Agung dan jangan meresahkan.

“Seharusnya masyarakat ketua kelompok yang lama mensyukuri ada kegiatan tersebut diwilayah curug agung jangan dibikin istilahnya meresahkan menganggu perjalanan ini, kita memikirkan yang lain ada lagi gesekan seperti ini, berarti tidak mendukung kegiatan, kalau mendukung seharusnya mereka bertanya kepada saya, saya disini kepala desanya, yang bertanggungjawab atas kegiatan tersebut. jelas sanusi lagi menambahkan.

“Kalau ada permasalahan dengan kegiatan tersebutkan saya yang bertangungjawab, bukan masyarakat atau ketua, karna saya yang mengambil program tersebut dari balai, tidak ada yang semena mena atas penukaran struktur kelompok tani yang lama ke yang baru kecuali saya mengatakan kamu saya ganti itu baru semena mena, disini saya belum bersillaturahmi maklum saja saya kepala desa banyak kesibukan bukan ini saja yang diurus banyak, ini sama saja melaporkan seharusnya bertanya dulu sama saya, penukaran adalah kebijakan” pungkas sanusi kepala desa Curug Agung yang terkesan plin plan dalam memberikan keterangan, seperti halnya ia mengaku telah merundingkan dengan kelompok tani yang lama, namun diakhir cerita ia malah mengaku lagi belum sempat bersillaturahmi ke kelompok tani yang lama karna ia selaku kepala desa selalu sibuk. mengenai akte notaris ganda ini menjadi persoalan baru, pihak Notaris membuat akte notaris ormas dengan dokumen ganda?. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.