Ayung Manager SPBU 3442116 Kab. Serang Mulai Kebakaran Jengot

Headline, Serang90 Views

Detikbrita.com- KAB.SERANG – Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite menggunakan drigen di SPBU 3442116 Kp Sawah Desa Sukamanah Kecamatan Baros Kabupaten Serang diduga menyalahi aturan Dan edaran Pertamina. Jumat 20/05/2022

#save SPBU 3442116

Ayung manager SPBU pernah menyampaikan memperbolehkan membeli pertalite menggunakan drigen untuk para pengecer dengan tujuan untuk membantu pengecer. 27 April 2022 lalu. Dan tidak mau direkam konfirmasi saat itu.

Beberapa sumber tidak mau disebutkan namanya menyampaikan pengisian pertalite di SPBU 3442116 dilakukan setiap tengah malam bisa sampai 50 derigen per orang bahkan lebih dengan uang cor 10.000 perdrigen diterima petugas SPBU.

“Kami biasanya mengisi bergantian di SPBU dan terkadang antri setiap pembelian satu drigen kami di minta membayar uang cor sebesar Rp. 10.000.- alasan pihak SPBU untuk di berikan kepada LSM yang datang untuk meminta jatah. Kalau ditanya berapa drigen tiap malam jelas banyak lah pak bisa 50 drigen bisa juga lebih”. Jelas sumber.

Beberapa pengecer lain juga mengatakan pembelian pertalit tiap satu liter adalah Rp. 8.300.-

“Pemberian 1 drigen isi 30 liter kami membayar rp. 250.000.- berarti setiap satu liternya harganya rp. 8300.- setiap pembelian kami diminta uang cor 10.000 per drigen dan uang keamanan Rp. 5000. ” Tambah sumber

Farid alias dako scurity SPBU kampung sawah menyampaikan melalui by wa 0822 1300 22XX bahwa dirinya telah mendaptan surat peringatan (sp2) dari pihak spbu”

“Maap mbak, bukan di pecat tapi kena Surat Peringatan (SP) 2 kemungkinan ya klo ada masalah lagi di bagian tugas saya malem sangsi ya pemecatan gitu mbak.” Jelas Sacurity.

Jjadi pertanyaan publik saat ini kenapa hanya sacurity saja yang mendapatkan SP 2 bagaimana dengan kabar ayung menejer SPBU kampung sawah yang memberikan statemen bahwa pihak SPBU diperbolehkan mengisi menggunakan drigen dengan alasan ingin membantu pengecer. (Jay/Nurul)

Leave a Reply

Your email address will not be published.